Pages

Jumat, 02 Maret 2012

Masjid Agung Demak

      Pertama kali ini saya menulis tentang kota kelahiranku dimana terdapat banyak sekali nilai sejarah yang di dapat pada masa penjajahan bangsa asing. saya akan sedikit mengupas tentang mesjid agung demak dimana terdapat nilai sejarah yang sangatlah tinggi dan patut di jaga kelestariannya agar dapat di lihat oleh generasi muda selanjutnya...^^



Sejarah tentang Masjid Agung Demak
      Masjid Agung Demak merupakan salah satu mesjid tertua di indonesia masjid ini terletak di daerah kauman demak provinsi jawa tengah, masjid ini di percayai sebagai tempat berkumpulnya ulama yang yang meyebarkan agama islam di tanah jawa yang di sebut dengan walisongo.pendiri masjid ini adalah raden patah yaitu raja pertama kerajaan demak.

tapi narsis dulu :D


apa saja yang di dalamnya mari kita telusuri...

1. Soko Majapahit , tiang ini berjumlah delapan buah terletak di serambi masjid. Benda purbakala hadiah dari Prabu Brawijaya V Raden Kertabumi ini diberikan kepada Raden Fattah ketika menjadi Adipati Notoprojo di Glagahwangi Bintoro Demak 1475 M.


2. Pawestren, merupakan bangunan yang khusus dibuat untuk sholat jama’ah wanita. Dibuat menggunakan konstruksi kayu jati, dengan bentuk atap limasan berupa sirap ( genteng dari kayu ) kayu jati. Bangunan ini ditopang 8 tiang penyangga, di mana 4 diantaranya berhias ukiran motif Majapahit. Luas lantai yang membujur ke kiblat berukuran 15 x 7,30 m. Pawestren ini dibuat pada zaman K.R.M.A.Arya Purbaningrat, tercermin dari bentuk dan motif ukiran Maksurah atau Kholwat yang menerakan tahun 1866 M.

3. Surya Majapahit , merupakan gambar hiasan segi 8 yang sangat populer pada masa Majapahit. Para ahli purbakala menafsirkan gambar ini sebagai lambang Kerajaan Majapahit. Surya Majapahit di Masjid Agung Demak dibuat pada tahun 1401 tahun Saka, atau 1479 M.

4. Pintu Bledheg, pintu yang konon diyakini mampu menangkal petir ini merupakan ciptaan Ki Ageng Selo pada zaman Wali. Peninggalan ini merupakan prasasti “Condro Sengkolo” yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani, bermakna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.

5. Mihrab atau tempat pengimaman, didalamnya terdapat hiasan gambar bulus yang merupakan prasasti “Condro Sengkolo”. Prasasti ini memiliki arti“Sariro Sunyi Kiblating Gusti”, bermakna tahun 1401 Saka atau 1479 M (hasil perumusan Ijtihad). Di depan Mihrab sebelah kanan terdapat mimbar untuk khotbah. Benda arkeolog ini dikenal dengan sebutan Dampar Kencono warisan dari Majapahit.

6. Situs Kolam Wudlu . Situs ini dibangun mengiringi awal berdirinya Masjid Agung Demak sebagai tempat untuk berwudlu. Hingga sekarang situs kolam ini masih berada di tempatnya meskipun sudah tidak dipergunakan lagi.







7. Menara, bangunan sebagai tempat adzan ini didirikan dengan konstruksi baja. Pemilihan konstruksi baja sekaligus menjawab tuntutan modernisasi abad XX. Pembangunan menara diprakarsai para ulama, seperti KH.Abdurrohman (Penghulu Masjid Agung Demak), R.Danoewijoto, H.Moh Taslim, H.Aboebakar, dan H.Moechsin .

nah itulah beberapa macam peninggalan sejarah di kota kelahiranku....:D
trusss nilai sejarah apa yang ada di kota kelahiran kalian????? ^^

2 komentar:

  1. hahahhaha...... penulisan dan gambarnya tidak sesuai.....:a:

    jadi mohon belajar lagi jelekkkk :g:

    BalasHapus